Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sabtu, 22 September 2012

Tips Trik Mencegah Penyakit Ginjal

  1. Lakukan medical check up secara rutin. Lakukan pemeriksaaan kesehatan Anda secara berkala. Biasanya jadwal mengenai hal ini sudah diatur pada perusahaan masing-masing. Jangan abaikan pemeriksaan ini, meskipun Anda pada saat itumerasa sehat dan segar bugar. Apalagi jika usia Anda sudah melewati 35-40 tahun. Mengetahui sedini mungkin status kesehatan Anda adalah sesuatu yang baik.
  2. Amati air seni Anda. Prosedur ini adalah hal yang paling mudah dilakukan (tetapi jangan hanya didasarkan pada tindakan ini saja). Amati air seni Anda. Banyak informasi yang dapat Anda peroleh dari air seni. Jika pada saat membuang air seni, anda merasa nyeri, tertahan, atau air seni anda berwarna keruh, merah, berbusa atau disemuti, cobalah berkonsultasi dengan dokter keluarga / perusahaan Anda dengan segera. Jangan di tunda.
  3. Kembangkan pola hidup sehat. Tak bosan-bosannya pada setiap kesempatan, diinformasikan akan pentingnya pola hidup yang sehat. Aktivitas jangan terlalu berlebihan dalam jangka waktu lama, tidur dengan waktu yang cukup, jangan merokok, hindari minum alkohol, kendalikan stress, dan lain-lain. Khususnya yang ada hubungannya dengan pencegahan penyakit ginjal seperti : minum air yang cukup (6-8 gelas per hari), dan jangan suka menahan air kencing. Perhatikan juga aktivitas kerja anda sehari-hari, jika Anda adalah seorang yang pekerjaannya duduk, sempatkanlah waktu berjalan-jalan atau kegiaan olahraga secara rutin dan terjadwal. Paling baik adalah melakukan aktivitas 3-4 kali per minggu selama minimal 30 menit. Beri kesempatan tubuh untuk pulih kembali dengan aktivitas olahraga yang berselang-seling. Hari ini (atau dua hari berturut-turut) melakukan aktivitas olahraga, besok istirahat, dan seterusnya.
  4. Perhatikan apa yang masuk. Ginjal adalah obat penyaring dalam tubuh. Jika yang masuk adalah ‘racun’, akan segera dikeluarkan oleh ginjal. Namun bisa terjadi, ‘racun’ itu sendiri kemudian merusak ginjal. Akibatnya proses penyaringan ini akan terganggu. ‘Racun’ bagi ginjal yang masuk bisa berasal dari berbagai zat, yang kelihatannya tidak beracun, seperti makanan, minuman dan obat-obatan. Termasuk dalam hal ini zat-zat kimiawi yang tidak jelas asalnya (jamu-jamuan), hingga obat-obatan kedokteran. Galilah informasi sebanyak mungkin mengenai hal ini dari berbagai sumber, salah satunya dengan membaca informasi obat-obatan dan jamu-jamuan.
  5. Food supplement bukan tanpa efek samping. Jangan berasumsi, asalkan food supplement, pastilah tidak mempunyai efek samping. Ada hal yang harus diperhatikan. Misalnya, apakah food supplement tersebut mempunyai ijin BPOM atau belum? Nomor registrasi DEPKES RI belumlah cukup, karena pemberian noreg DEPKES lebih bersifat prosedural administratif. Misalnya harus mempunyai dokumen perusahaan yang resmi, ataupun dokumen-dokumen resmi lainnya, sedangkan mengenai isi dan kualitas produk tersebut merupakan tanggung jawab Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
  6. Hati hati dengan obat-obatan yang bersifat mengebom. Menjadi sembuh seketika tanpa mengganggu aktivitas kita sehari-hari memang baik. Tapi adakalanya tubuh me’rengek’ untuk minta istirahat dikala aktivitas kita sedang meningkat. Kalau memang itu yang dianjurkan dokter, sempatkanlah beristirahat (sambil minum obat). Jangan pula me’rengek’ ke dokter untuk minta obat yang bersifat BOM. Sekali minum langsung sembuh. Tidak semua dokter mau meluangkan waktu untuk menjelaskan berbagai efek samping obat-obatan ‘bom’. Memang akibatnya (meracuni ginjal), mungkin tidak akan dirasakan saat itu juga.
  7. Obat pelangsing. Banyak kasus penyakit ginjal terjadi akibat konsumsi obat pelangsing yang tidak jelas baik produsen maupun aturannya. Menjadi lengsing tentu menarik. Tapi hal itu tidak bisa dicapai hanya dari luar saja. Usaha dan keinginan dari dalam diri sendiri merupakan faktor yang paling berperan. Selama ini berdasarkan pengalaman penulis, belum ada satupun obat pelangsing yang bisa melangsingkan tubuh tanpa diikuti dengan pengaturan diet dan berolahraga.
Semoga dengan Tips Trik Mencegah Penyakit Ginjal ini bisa memberikan pencerahan bagi Anda, karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati! :D
sumber : Buku “Penyakit Ginjal dan Hipertensi” oleh dr Erik Tapan MHA
 
 

Selasa, 18 September 2012

Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Artikel kali ini melanjutkan tema sebelumnya tentang cara mencegah dan mengobati sakit ginjal. Dalam artikel tersebut telah saya jelaskan beberapa gejala yang berkaitan dengan menurunnya daya kerja ginjal.

Seseorang yang diyakini mempunyai gejala sakit ginjal tidak perlu galau dan risau. Kehidupan normal seperti biasa tetap dijalani dengan baik. Malah dianjurkan untuk tetap melakukan olah raga dan makan dengan teratur dan wajar. Untuk lebih jelas tentang cara makan yang yang baik silahkan anda baca lagi artikel sebelumnya tentang cara makan yang baik. Karena makan juga merupakan faktor penting untuk kesehatan ginjal. Berikut saya paparkan untuk anda langkah-langkah pencegahan untuk menghindari rusaknya ginjal sebagai berikut :

1. Olah Raga

Lakukan olah raga secara rutin dan teratur. Yang dianjurkan di sini adalah olah raga yang tidak berat tapi teratur. Biar oleh raga ringan tapi teratur akan lebih baik dari pada olah raga berat tapi tidak teratur. Misalnya anda bisa jalan santai setiap pagi atau bersepeda 1-2 jam setiap minggu.

2. Berhenti Merokok

Merokok dipandang dari sudut manapun akan merugikan anda. Karena di dalam setiap rokok terkandung nikotin yang dalam jangka waktu panjang akan merusak organ-organ yang penting di dalam tubuh anda seperti paru-paru, kulit, jantung maupun ginjal. Bukankah sudah ada Peringatan Pemerintah dalam setiap kemasannya : Merokok dapat Menyebabkan Kanker, serangan Jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.

3. Kurangi Makanan Berlemak

Makan berlemak akan meyebabkan kandungan kolesterol dalam darah anda akan meningkat. Hindarilah.

4. Kontrol Berat Badan

Setiap saat kontrol berat badan anda sehingga anda dapat terhindar dari obesitas.

5. Konsumsi Air Putih

Mengkonsumsi air putih yang cukup, menghindari konsumsi jamu atau herbal yang tidak jelas, menghindari konsumsi obat-obat secara sembarangan ( tanpa rsep dokter ) merupakan cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk mengurangi potensi penyakit ginjal.

6. General Checkup

Gagal ginjal dapat dicegah dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ( medical checkup ), termasuk memeriksa darah dan urin. Misalnya anda rutin memeriksa gangguan ginjal seperti kencing batu dan prostat, dapat mencegah munculnya gagal ginjal.


Demikianlah info sehat kali ini, semoga artikel tentang Cara Mencegah Penyakit Ginjal akan bermanfaat untuk anda, termasuk juga saya. Amien


Dikutip dari Bulletin Sidogiri Edisi 70 JUMADATS TSANIYAH 1433

Minggu, 16 September 2012

Cara menyembuhkan dan mencegah penyakit jantung koroner

Apakah ada aspek kesehatan yang ingin Anda ubah? Mungkin Anda ingin menurunkan beberapa kg berat badan Anda, menurunkan kolesterol Anda, atau menjauhi obat?

Hari ini saya berada di sini untuk membicarakan tentang berbagai cara untuk menjaga kesehatan jantung—bukan dengan resep obat atau operasi bypass, tetapi dengan cara sederhana, mengubah menu makan Anda.

Jika seluruh bagian sistem sirkulasi Anda—urat nadi, pembuluh darah, dan pembuluh halus—disambungkan dari ujung ke ujung maka akan terbentang lebih dari 60.000 mil. Itu seperti mengelilingi Bumi dua kali lebih. Akan tetapi sedikit sumbatan saja bisa mengakibatkan seluruh 60.000 mil terhenti. Para dokter menggunakan berbagai obat dan prosedur operasi untuk membuat agar sistem tersebut tetap berjalan.

Tetapi kembali ke tahun 1990, ada perubahan besar dalam praktik pengobatan. Pada tahun itu seorang dokter muda di Kalifornia mempublikasikan sebuah studi yang membuktikan bahwa penyakit jantung tidak hanya sekedar dapat dicegah, tetapi sebenarnya dapat dibalikkan. Dan ia ingin membuktikan bahwa penyakit jantung bisa disembuhkan, tanpa operasi atau obat, tetapi hanya dengan perubahan pola makan dan gaya hidup saja. Gagasan ini belum terpikirkan oleh sejumlah kalangan, karena pandangan lama masih menganggap bahwa penyakit jantung hanya dapat diobati dengan satu cara yaitu dengan obat untuk menurunkan kolesterol, obat jantung, dan bila perlu, operasi jantung.

Sisa pasien lainnya menjalani program yang sangat berbeda. Mereka diminta mengikuti empat langkah:

Pola makan vegetarian yang rendah lemak

Jalan cepat setengah jam atau satu jam per hari tiga kali seminggu

Tidak merokok

Olahraga untuk mengontrol stress

Ia menggunakan pola makan vegetarian, karena kolesterol dan lemak jenuh banyak terkandung dalam produk hewani. Jadi pola makan tanpa daging merah, daging unggas, dan ikan sebenarnya dapat menghilangkan kolesterol dan lemak hewani. Mengurangi segala sumber lemak, termasuk minyak sayur. Tetapi Dr. Ornish tidak menggunakan obat sama sekal — bahkan obat untuk menurunkan kolesterol pun tidak. Program tersebut hanya terdiri dari pola makan sederhana dan perubahan gaya hidup.

Satu tahun kemudian, semua pasien mengadakan angiogram—sinar x khusus yang dapat menunjukkan penyumbatan pembuluh darah jantung, dan hasilnya dibandingkan dengan pemeriksaan yang sama yang dilakukan pada awal penelitian. Hasilnya mencatat sejarah kedokteran. Pasien yang mengikuti saran pengobatan dokter yang rutin, secara umum tidak mendapatkan kemajuan. Rata-rata penyumbatan pembuluh darah jantung mereka semakin parah, dibandingkan saat kondisi awal studi. Mereka masih mengalami sakit dada dan masih membutuhkan obat. Meskipun menjalani perawatan jantung, tapi penyakit jantung biasanya bertambah parah seiring dengan berlalunya waktu.

Bagi pasien di kelompok penelitian, ceritanya berbeda. Sakit dada mulai menghilang dalam beberapa minggu. Tingkat kolesterol mereka turun drastis. Dan pembuluh darah jantung mereka yang telah tersumbat bertahun-tahun mulai terbuka kembali. Kenyataannya, hasilnya begitu luar biasa sehingga angiogram menunjukkan bukti nyata dimana 80% pasien yang mengikuti penelitian pembuluh darahnya terbuka kembali pada tahun pertama.

Hasil ini dipublikasi di majalah The Lancet pada tahun 1990 dan memberikan dokter sebuah cara untuk membalikkan penyakit jantung. Program tersebut lebih murah daripada operasi, mudah mengikutinya, dan bisa menolong pasien menjaga kesehatannya dalam jangka panjang. “Efek sampingnya” sangat baik: rata-rata pasien kehilangan 22 pon pada tahun pertama!

Seorang dokter bedah di Klinik Cleveland, bernama Caldwell Esselstyn menggunakan pola makan yang sama bagi pasien yang sakit parah. Sejumlah pasien sudah diberitahukan bahwa hidup mereka kurang dari satu tahun lagi. Tetapi dari 17 pasien yang mengikuti program tersebut, tidak dijumpai satu pun serangan jantung dalam 12 tahun! Mereka tetap hidup dan sehat—dan berhasil membalikkan penyakit mereka.

Pikirkan apa arti penelitian ini...

Tiga ribu penduduk Amerika mengalami serangan jantung setiap hari, 40 persen di antaranya meninggal. Yang selamat biasanya mendapatkan serangan jantung kembali setelahnya.

Setiap hari, hampir 2.600 orang Amerika meninggal karena berbagai macam penyakit jantung, termasuk serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal yang diakibatkan penyumbatan pembuluh darah ke ginjal. Ini artinya satu kematian setiap 34 detik.

Tetapi ini tidak perlu terjadi. Sebenarnya, survei cepat di seluruh dunia menunjukkan bahwa serangan jantung bukannya tidak dapat dihindari. Bisa dicegah dan sebagaimana yang sudah kita pelajari, kita bahkan dapat membalikkannya.

Tetapi, pertama-tama, apa itu penyakit jantung?

Penyakit jantung umumnya terjadi karena tumbuhnya area kecil – benjolan kecil di dalam pembuluh darah. Benjolan ini disebut plak dan terbentuk karena kolesterol, lemak, dan sel yang tumbuh berlebihan pada lapisan pembuluh darah otot. Plak ini mulai terbentuk sejak muda — kadang semasa kanak-kanak. Perlu perubahan drastis untuk membuatnya sembuh. Tetapi sebenarnya ini bisa berhasil.

Sekarang Anda mungkin bertanya, “Apakah ini akan terjadi pada saya?” Baik, mari kita beberkan bagaimana mengukur risiko Anda terhadap serangan jantung.

Ini adalah faktor-faktor risiko utama:

Tingkat Kolesterol yang tinggi. Apakah kolesterol Total Anda di atas 200? Jika ya, Anda berisiko. Tetapi, seperti yang kita lihat, kita akan menentukan target kolesterol yang lebih ketat—sekitar 150. Kita akan bicara lebih banyak soal angka ini.

Tekanan darah tinggi. Idealnya, tekanan darah Anda seharusnya di bawah 120 dan 80.

Kelebihan berat badan. Enam puluh lima persen populasi orang dewasa Amerika kelebihan berat badan atau obesitas. Kelebihan berat badan menambah risiko penyakit jantung, demikian juga tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes type 2.

Diabetes. Baik diabetes type 1 dan type 2 menambah risiko Anda.

Merokok. Apakah Anda merokok? Merokok merusak pembuluh darah dan jantung, menyebabkan semakin tinggi kemungkinan terkena penyakit jantung.

Gaya hidup yang kurang gerakan. Asosiasi Jantung Amerika mengelasikfikasi gaya hidup yang tidak banyak bergerak sebagai faktor risiko utama.

Anggota keluarga yang berpenyakit jantung. Jika anggota keluarga Anda ada yang berpenyakit jantung, artinya Anda mempunyai gen yang dapat menambah risiko terhadap masalah jantung. Atau, bisa diartikan Anda mempunyai kecenderungan terkena risiko.

Ada faktor-faktor lain yang tidak begitu dominan dibandingkan dengan yang baru disebutkan, tetapi bisa menjadi pemicu juga:

Stress yang kronis, dan yang disebut-sebut sebagai orang yang berkepribadian “type A” —yakni, orang yang sangat tidak sabar dan bergaya bos.

Umur: Pria 45 tahun atau lebih dan wanita 55 tahun atau lebih mempunyai risiko yang lebih tinggi. Akan tetapi, risiko tidak ada hubungannya samasekali dengan umur, tetapi lebih dengan pola makan yang tidak baik, merokok, atau kebiasaan tidak sehat lainnya dalam jangka waktu panjang.

Jenis Kelamin: Pria lebih berisiko terhadap penyakit jantung dibandingkan dengan wanita pada usia muda. Tetapi wanita menjadi semakin berisiko setelah menopause. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama bagi pria dan wanita di Amerika Serikat.

sumber http://www.infovegetarian.net

Jumat, 14 September 2012

Cara mencegah penyakit jantung koroner

Sekarang ini penyakit jantung koroner (nama populernya penyakit PJK) sangat populer dimasyarakat karena banyak pengidapnya dan kalau tidak diobati dengan baik dan benar akan mengakibatkan serangan jantung yang berisiko sroke sampai meninggal dunia….
Salah satu penyebab terjadinya PJK adalah darahnya mengandung kolesterol yang tinggi ( penyebab lainnya antara lain: hypertensi, kadar gula darah tinggi, faktor keturunan, merokok, minum minuman keras, minum kopi, stress berat, asam urat, trygliserid dll)..
Untuk mengendalikan agar kadar kolesterol dalam darahnya ideal, salah satu caranya adalah diet berpantang makanan tertentu seperti lemak jenuh, daging kambing, jeroan, seafood dll…agar kadar kolesterol totalnya tidak lebih dari batas normal yaitu menurut dokter adalah sekitar 200…
Apakah diet makanan seperti ini sudah yang paling baik?…
Menurut pengalaman dan penelitian saya, teori seperti ini ada benarnya, tapi juga sebenarnya tidak tepat dan bisa menyesatkan…..
Mengapa demikian? ternyata kolesterol itu ada yang jahat yang dinamakan LDL dan ada yang baik yang dinamakan HDL…
Ancar ancar kadar kolesterol total normal 200 itu sebenarnya dengan asumsi bahwa pada umumnya tinggi kadar HDL orang normal itu sekitar 40…(rationya berarti HDL : Total = 1:5…masih  batas aman…)..
Padahal kenyataannya banyak yang kadar HDLnya hanya 30, berarti rationya 30/200 atau sekitar 1: 6 lebih….berarti jelek dan berbahaya…..
Karena itu kalau periksa kadar kolesterol, harus secara lengkap dengan kadar HDL dan LDLnya juga, namanya pemeriksaan laboratorium Kolesterol Lengkap….
Pengetahuan kesehatan seperti ini banyak yang tidak tahu, akibatnya  PJK tetap saja berkembang di masyarakat…
Jadi agar aman, kita harus menggenjot agar kadar kolesterol HDL kita tetap tinggi, harus diatas 50, sehingga kalau totalnya 200, maka rationya adalah 50/200 atau 1/4…itu baru aman…
Dengan berbekal pengetahuan ini, saya selalu jaga kadar HDL saya tetap tinggi, disekitar 65…., sehingga kalau saya makan di berbagai daging berlemak tinggi disuatu pesta dan Total kolesterol saya mendadak naik menjadi 300, maka rationya masih 65/300 berarti baru sekitar dibawah 1/5…masih aman….
Sekarang bagaimana cara mengenjot HDL agar tetap tinggi?…
Tipsnya sebagai berikut:
1. Hindari makanan berelemak jenuh tinggi seperti daging kambing dan jeroan (usus, otak, dll)
2. Perbanyak makan makanan yang mengandung omega 3 yang tinggi seperti suplemen Salmon Omega 3 nya Nutrilite, Minyak Ikan, Telur ber omega 3, ikan air tawar dan air asin, Virgin Coconat Oil, Agar agar, buah buahan, sayuran, susu kedelai, tahu, tempe..
3. Melakukan olah raga seperti jalan kaki, joging, senam taichi, senam pernafasan, funbike, berenang, tennis, dibawah sinar matahari pagi antara jam 6-8 (karena banyak mengandung Sinar Far Infra Red…minimal 3 kali dalam seminggu, lebih banyak lebih baik…)
4. Berfikiran positif…
Dengan cara seperti ini, dijamin kolesterol anda akan terkontrol dengan baik…hasil sampingannya, kadar gula darah juga akan menjadi ideal…PJK gak mau mendekat pada kita…
Kadar HDL tinggi akan menambah kekebalan tubuh kita terhadap semua jenis penyakit dan juga akan sangat membantu proses metabolisme tubuh secara efektif dan efisien…

Rabu, 12 September 2012

Cara mencegah penyakit jantung

Berikut cara mencegah penyakit jantung
  1. Pola makan sehat
    Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng.
  2. Hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi
    seperti soft drink, usahakan menggunakan gula jagung. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohirat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat.
  3. Menjaga Tubuh ideal dari  kegemukan
    karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini.
  4. Berhenti merokok
    Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.
  5. Hindari Stres
    Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah.
  6. Hipertensi
    Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.
  7. Obesitas
    Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.
  8. Olahraga secara teratur
    Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.
  9. Konsumsi antioksidan
    Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.

Senin, 10 September 2012

Pencegahan Penyakit Jantung

Mengingat bahaya penyakit jantung yang mengancam kehidupan, sejak dini kita perlu melakukan upaya untuk mencegah penyakit tersebut.
Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit jantung dimulai dengan memperbaiki gaya hidup yang tidak sehat sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mencegah terkena penyakit jantung.
  • Hindari makanan yang mengandung kolesterol (LDL) tinggi.
    Kolesterol jahat atau LDL dikenal sebagai penyebab utama terjadinya proses aterosklerosis, yaitu proses pengerasan dinding pembuluh darah, terutama di jantung, otak, ginjal, dan mata. Akibat proses itu, saluran pembuluh darah, khususnya pembuluh darah koroner, menjadi sempit dan menghalangi aliran darah di dalamnya. Akibatnya, jantung akan sulit memompa darah. Keadaan tersebut dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. 
  • Mengonsumsi makanan yang berserat tinggi (Sayur dan buah).
    Serat diketahui punya peran penting dalam menjaga kesehatan. Serat terdiri dari dua jenis, yakni serat larut dan tak larut. Serat larut tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan, tetapi larut dalam air panas. Serat larut inilah yang membuat perut kenyang lebih lama dan memberikan energi lebih panjang serta bermanfaat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Umumnya terdapat pada buah dan sayur dan juga pada oat (bubur gandum). Serat yang larut dalam tubuh dapat mengikat kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh. Peran itulah yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah hingga menurunkan resiko penyakit jantung.
  • Hindari stres.
    Hasil penelitian ilmuwan Belanda yang dipublikasikan jurnal Clinical Endocrinology and Metabolism menunjukkan bahwa kadar hormon kortisol yang tinggi akibat stres terkait erat dengan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Stres dapat menyebabkan arteri yang tertimbun plak menyempit dan ini menurunkan aliran darah hingga 27 persen. Penyempitan yang berarti terlihat bahkan pada arteri yang terkena penyakit ringan. Penelitian lain mengesankan bahwa stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang mengandung plak dan memicu serangan jantung.
  • Hindari alkohol.
    Alkohol dapat menaikkan tekanan darah, memperlemah otot jantung, mengentalkan darah dan menyebabkan kejang arteri yang dapat menyebabkan serangan jantung.
  • Berhenti merokok.
    Merokok meningkatkan tekanan darah dan memasukkan zat-zat kimia beracun ke dalam tubuh, seperti nikotin dan karbon monoksida, ke dalam aliran darah. Zat-zat kimia ini, selanjutnya akan merusak arteri yang penting bagi kehidupan jantung. 
  • Kendalikan tekanan darah
    Tekanan darah yang tinggi menyebabkan pembesaran otot jantung kiri sehingga jantung beresiko mengalami gagal fungsi.
  • Berolahraga secara teratur.
    Olahraga yang teratur (sedikitnya tiga kali seminggu) turut menurunkan tingkat kolesterol yang jahat (LDL), menjaga tekanan darah agar tidak meningkat, dan mencegah kelebihan berat badan.

Sabtu, 08 September 2012

Gejala dan Pencegahan Penyakit Jantung

Penyakit jantung banyak sekali macamnya, dan dapat disebabkan oleh bawaan lahir, infeksi, penyempitan arteri koroner, tekanan darah tinggi, atau gangguan lainnya.
Gejala penyakit jantung
Gejala penyakit jantung bervariasi sesuai dengan jenisnya. Banyak juga jenis yang tidak menunjukkan gejala pada fase-fase awal. Selain itu, antara penderita satu dengan lainnya juga memiliki gejala yang berbeda. Sebagai patokan umum, berikut adalah gejala yang mungkin dirasakan :
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Lemah dan lelah
  • Jantung berdebar
  • Kepala terasa melayang
  • Pingsan atau merasa mau pingsan
Pencegahan
Penyakit jantung yang bukan bawaan atau efek samping pengobatan dapat dicegah. Berikut adalah beberapa hal yang dapat mengurangi risiko Anda terkena penyakit jantung:
  • Berolah raga secara teratur
  • Tidak merokok
  • Mengurangi berat badan (bila kegemukan).
  • Memakan makanan sehat yang kaya vitamin C, rendah garam, dan sedikit kolesterol. (Makanan kaya sodium, lemak dan kolesterol dapat menimbulkan aterosklerosis dan meningkatkan tekanan darah)
sumber http://majalahkesehatan.com